Pengertian Mutu Beton dan Faktor yang Mempengaruhi Mutu Beton

Pengertian Mutu Beton dan Faktor yang Mempengaruhi Mutu Beton

Dalam proyek pembangunan infrastruktur hingga bangunan besar biasanya salah satu bahan bangunan yang digunakan adalah beton. Namun tahukah Anda ternyata beton memiliki mutu yang berbeda-beda? Lalu sebenarnya seperti apa sih pengertian mutu beton dan bagaimana bedanya antara satu dengan yang lainnya? Bagi yang sudah terbiasa dengan hal-hal terkait pembangunan gedung tentunya sudah tidak asing lagi dengan mutu beton yang biasanya satuannya diawali dengan huruf K, misalnya mutu beton K 250, dan seterusnya. Namun ada juga yang menyebutkan mutu beton dengan satuan fc’, bukan K. Lantas, apa sih beda keduanya?

-Perbedaan Mutu Beton K dan Fc
Jika satuan mutu beton terdiri dari K dan fc’, lalu apabila pengertian mutu beton adalah fc’ 30, apakah sama dengan mutu beton K 300? Jawabannya ternyata tidak.Hal ini karena keduanya memiliki perbedaan pada satuan ukuran dan benda uji yang digunakan ketika pengujian mutu beton.Untuk mutu beton fc’ 30 MPa biasanya kuat tekan betonnya diuji dengan benda uji berbentuk silinder. Sementara itu untuk mutu beton satuan K, misalnya K 300 menggunakan benda uji yang berbentuk kubus. Perbedaan benda uji yang digunakan juga ternyata berpengaruh terhadap mutu dan kegunaan dari beton itu sendiri.

-Faktor yang Mempengaruhi mutu beton
Kualitas hingga mutu beton sangat dipengaruhi oleh harga beton dan seberapa tepat dan sesuai takaran campuran material yang dibutuhkan untuk mengolah bahan uji beton tertentu. Jika komposisinya tepat, dan material dan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatannya pun berkualitas, maka yang perlu diperhatikan dengan seksama tinggal kadar air. Jika kadar air terlalu rendah, maka akan membuat mutu beton menjadi terlalu tinggi sehingga sulit untuk proses pengecoran. Sebaliknya jika kadar air terlalu tinggi maka proses pengecoran menjadi lebih mudah tetapi akan menghasilkan mutu beton yang rendah. Untuk itulah maka kadar air, proses pembuatan, hingga pemilihan material yang digunakan akan sangat berpengaruh pada kualitas beton yang akan diolah.
Mutu beton jika diolah sendiri memang terkadang menunjukkan angka yang kurang sesuai dengan yang diharuskan. Apabila hasilnya masih meragukan atau bahkan terlalu rendah dari syarat yang seharusnya, maka ada dua cara yang dapat di tempuh:

1.Mengolah ulang pembuatan bahan uji dengan memperhatikan takaran yang pas
2.Cara kedua bisa dengan memperkuat struktur beton yakni menambah kolom dan balok untuk mengecilkan bentangan. Kolom bisa dibuat dari bahan baja maupun beton sehingga dapat membantu memperbesar dimensi balok dan kolom. Jangan lupa untuk lakukan perhitungan dan analisa yang tepat terlebih dahulu sehingga bisa mengurangi beban struktur yang disyaratkan.
Itulah pilihan cara yang bisa ditempuh guna memperkuat mutu beton agar bisa mencapai angka yang diharuskan. Biasanya untuk pembangunan infrastruktur, mutu beton ditentukan oleh konsultan khusus perencana bangunan. Konsultan biasanya akan lebih mengetahui berapa mutu beton yang dibutuhkan untuk konstruksi bangunan tertentu sehingga bisa menghasilkan kualitas beton yang baik.
Pada dasarnya untuk mengetahui berapa mutu beton yang sesuai memang mebutuhkan pemahaman tentang seperti apa pengertian mutu beton dan bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam melakukan proses pembuatannya. Membuat beton yang baik juga membutuhkan banyak material bangunan lainnya seperti semen, air, pasir, dan beberapa material lain yang membutuhkan komposisi yang tepat agar bisa menghasilkan kualitas beton yang baik pula.

Share this:

Team Kami:

BP. FADLY

BP. FADLY

BP. UMER